Pastikan Kesiapan dan Mutu Bibit, BRMP Sulbar Kawal Kesiapan Perbenihan Kakao
SULAWESI BARAT– Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat melalui tim Pendampingan Modernisasi Pertanian melaksanakan pendampingan kegiatan verifikasi kesiapan perbenihan kakao di Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, dan Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan penyedia benih dalam mendukung penyediaan benih kakao unggul yang bermutu untuk program pengembangan dan peremajaan kakao di Provinsi Sulawesi Barat.
Verifikasi dilakukan tim Pendampingan Modernisasi Pertanian BRMP Sulawesi Barat dengan mengunjungi lokasi pembibitan milik CV. Syahriyandi Ashar di Kecamatan Bonehau serta PT. Agro Greenesia Plant yang memiliki lokasi pembibitan di Kecamatan Bonehau dan Kecamatan Tabulahan. Kegiatan ini difokuskan pada beberapa indikator yakni kesiapan sarana dan prasarana pembibitan, ketersediaan bibit, kualitas bibit, serta kapasitas produksi penyedia dalam memenuhi kebutuhan benih kakao sesuai standar yang berlaku.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi persemaian, media tanam, sistem penyiraman, kesiapan bibit, serta proses penyambungan (grafting). Hasil verifikasi menunjukkan bahwa pada lokasi CV. Syahriyandi Ashar di Kecamatan Bonehau dan salah satu lokasi PT. Agro Greenesia Plant di Desa Banua Ada, Kecamatan Bonehau, bibit kakao telah berumur sekitar 4–6 bulan, namun proses penyambungan belum dapat dilakukan karena ketersediaan entres utama masih terbatas.
Sementara itu, pada lokasi PT. Agro Greenesia Plant di Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, proses penyambungan telah berjalan dengan baik. Hingga pelaksanaan verifikasi, penyambungan telah terealisasi sekitar 10.000 pohon pada salah satu lokasi dan sekitar 50.000 pohon pada lokasi lainnya. Saat ini penyedia masih menunggu tambahan entres untuk melanjutkan proses penyambungan terhadap bibit yang telah siap.
Selain meninjau kondisi fisik bibit, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap administrasi produksi benih, kesiapan tenaga kerja, serta sistem pengelolaan pembibitan. Secara umum, kedua penyedia telah memiliki tenaga kerja yang berpengalaman, sarana pembibitan yang memadai, dan komitmen untuk menjaga mutu benih sesuai dengan standar perbenihan yang berlaku.
Melalui kegiatan verifikasi ini, BRMP Sulawesi Barat berkomitmen mendukung penyediaan benih kakao unggul yang berkualitas sebagai salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan mutu hasil perkebunan kakao. Sinergi antara pemerintah, penyedia benih, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat ketersediaan benih bermutu sehingga program pengembangan dan peremajaan kakao di Sulawesi Barat dapat berjalan secara efektif, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran.(L)